Rabu, 29 Maret 2017

Putus Cinta,  Pemuda di Lamsel Nekad  Gantung Diri

Putus Cinta, Pemuda di Lamsel Nekad Gantung Diri

Kaliandanews.com – Diduga putus cinta, Yohanes Batista Triandika (25) warga Girijoyo, Desa Triharjo Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Selasa (28/3)
Foto: tribratanews.polri.go.id
Menurut Sukartono (59) orang tua Korban, Yohanes  ditemukan tergantung di kamar tidurnya sekitar pukul 06.00WIB.

"Tergantung dengan tali rafia hitam yang dikaitkan pada balok  bagian atap kamar" Terang Sukartono.

Menurut keterangan kepolisian, Korban melakukan perbuatan nekad tersebut diduga akibat putus cinta dengan kekasihnya, karena saat olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan selembar kertas yang bertuliskan I QUIT …I LOVE MARLITA. Polisi juga mengamankan  pakaian korban dan tali rafia hitam.

Kapolsek Merbau Mataram, Ipda Eko Heri, SH., menuturkan hasil pemeriksaan awal di temukan tanda-tanda yang menunjukan korban murni bunuh diri karen ditemukan sperma keluar dari kemaluan korban .

Keluarga korban menolak  dilakukan otopsi dan sudah membuat surat pernyataan penolakan. Selanjutnya,  direncanakan  korban akan disemayamkan di Pringsewu. Demikian ujar IPDA Eko Heri mengakhiri penjelasannya.(sumber: tribratanews.polri.go.id)

Dinas Perumahan dan Pemukiman Akan Bedah Rumah di 8 Desa Kecamatan Penengahan

Dinas Perumahan dan Pemukiman Akan Bedah Rumah di 8 Desa Kecamatan Penengahan

Kalianda, KaliandaNews - Delapan Desa di Kecamatan Penengahan Lampung Selatan akan mendapatkan bantuan bedah rumah dari Dinas Pemukiman dan Perumahan Lampung Selatan.
I Ketut Sukerta | Foto: KN
Dari 8 desa tersebut keseluruhan ada 280 rumah yang akan dibedah masing-masing Desa Belambangan 25 unit, Desa Klaten 54 unit, Desa Kuripan 31 unit, Desa Penengahan 51 unit, Desa Pisang 32 unit, Desa Rawi 31 unit, Desa Sukajaya 28 unit, dan Desa Tetaan 28 unit.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lampung Selatan, I Ketut Sukerta mengatakan dari 8 Desa tersebut saat ini program bedah rumah tersebut sudah sampai tahap validasi data untuk menentukan rumah mana saja yang akan di bedah dimasing-masing desa.

"Saya sudah melakukan sosialisasi terkait bantuan tersebut, agar masyarakat faham tentang bantuan ini." Ungkap Ketut kepada KaliandaNews.com dikantornya, (29/03/17).

Untuk menghindari kecurangan, Ketut mengatakan bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini tidak akan berbentuk uang akan tetapi material yang dibutuhkan untuk setiap bangunan rumah.

"Tim fasillitator yang sudah melihat,  apakah rumah tersebut layak atau tidak mendapatkan bantuan. Setelah itu akan disiapkan material apa saja yang dibutuhkan, untuk pengerjaannya masyarakat dapat bergotong royong." Terangnya.

Ia berharap, dengan adanya bantuan bedah rumah ini dapat membuat kehidupan masyarakat di desa-desa tersebut lebih baik sehat dan berkualias lagi.

"Kita juga ingin dana pengungkit yang jumlah maksimalnya 15 juta rupiah ini bisa menjadi penyemangat masyarakat untuk membuat hunian mereka lebih layak dari sebelumnya." Harapnya. (Kur)
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Sidoharjo Way Panji, Inspektorat Lamsel Dinilai ''TIDUR''

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Sidoharjo Way Panji, Inspektorat Lamsel Dinilai ''TIDUR''

Waypanji, Kaliandanews - Pihak Inspektorat Lampung Selatan belum mampu memberikan keterangan jelas, terkait dugaan penyimpangan Dana Desa tahun anggaran 2015 - 2016 yang dilakukan kades Desa Sidoharjo Marjono alias Marjana Kecamatan Way Panji Lampung Selatan.

Foto: Kepala Inspektorat Lamsel Joko Sapta (Dok. KN)
Nurdin Sadar selaku koordinator lapangan yang menggelar aksi pada (3/1/2017) Silam mengatakan, sejak aksi tersebut dilakukan, pihak inspektorat memang sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan didesa. Namun, hingga saat ini pihak terkait belum mampu memberikan hasil yang jelas atas pemeriksaan tersebut.


"Kasus ini di inspektorat sepertinya mendem (tidur) dan tanpa kejelasan, karena sudah 2 kali pihak inspektorat datang ke desa tapi sampai saat ini belum ada titik terangnya. Awal bulan ini (maret) ini sudah dilakukan pemeriksaan lagi (ke-dua). Tapi setelah ditanyakan ke mereka hasilnya, jawabnya masih menunggu keputusan pimpinan , padahal kasus ini sudah bergulir dari awal tahun” Tegas Nurdin, Senin (28/3).

Lanjut Nurdin, pada Bulan Februari yang lalu mereka juga melayangkan surat ke DPRD lampung Selatan melalui komisi A, tapi belum juga mendapatkan tanggapan yang jelas.

"Ya, waktu itu juga sudah pernah lapor ke Komisi A DPRD Lamsel, jawabannya juga belum ada, bahkan ini sudah surat yang kami yang ke 2 tapi belum ada kejelasan mengenai tuntutan masyarakat ini ” tambahnya.


Ditempat yang sama, Surandi salah seorang warga masyarakat setempat juga mengatakan, Dana Desa Tahun 2015 senilai 225 juta yang diperuntukan pembangunan kios sebanyak 12 kios dan 2016, Dana desa yang di gunakan untuk pembangunan 10 kios sebesar 275juta. Atas dasar tersebut, pembangunan itu dinilai kurang maksimal. Sebab, pembagian kios terkesan tidak merata dan di perjual belikan.

"Pembangunan itu saya bandingkan dengan desa lain, dana 196 juta bisa membangun 8 unit kios dengan hasil yang lebih megah dan keramik semua dan ada papan Plang pembangunan DD nya, sedangkan Desa Sidoharjo yang lebih banyak penggunaan dananya hasilnya sangat minimal sekali jauh berbeda dan tidak jelas dimana karena papan Plang penggunaan DD nya tidak ada” beber Surandi lagi.


Terpisah Kepala Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan Joko Sapta menjelaskan, menurutnya hasil audit tersebut sudah menemui titik terang. Akan tetapi, dirinya mengaku belum bisa mempublikasikan hasil itu sebelum menunggu instruksi (Pimpinan-Red).

”Masalah laporan dan hasilnya kita sudah selesai, mengenai dugaan penyimpangan DD tersebut, kita tinggal menunggu tanda tangan pimpinan saja. Kalau sudah ada intruksi, nanti juga pada akhirnya semua pihak akan kita panggil ”Jelas Joko saat ditemui diruang kerjanya. (nz).

Sabtu, 25 Maret 2017

'Peduli Adat Budaya' Ananda Tohpati Semarakan Festival Ogoh-Ogoh di Lamsel

'Peduli Adat Budaya' Ananda Tohpati Semarakan Festival Ogoh-Ogoh di Lamsel

Foto: Festival Ogoh - Ogoh Lampung Selatan (ist)
Way Panji, Kaliandanews - Dalam rangka memperingati hari Raya Nyepi umat Hindu Tahun Saka 1939/ 2017, Ananda Tohpati turut semarakan Festival Budaya Ogoh - Ogoh di Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji Lampung Selatan, Minggu (26/03/2017).

Acara yang baru pertama kalinya di gelar di Kabupaten Lampung Selatan itu, disaksikan oleh Ribuan pasang mata yang memadati Lokasi pagelaran. Hadir dalam kesempatan ini juga, Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, Ananda Tohpati, Kabag BMS Lamsel, Persatuan Hindu Darma Indonesia (PHDI) sekabupaten Lampung Selatan, Camat Way Panji serta para tokoh sesepuh adat se Lampung Selatan.

Dalam Sambutannya, Ketua Parisade Hindu Darma Kabupaten Lampung Selatan Made Sukintre mengatakan, hadirnya Wakil Bupati Lamsel Nanang Ermanto, Ananda Tohpati serta tamu undangan lainnya ini, merupakan suatu kebanggaan tersendiri untuk umat hindu di Lamsel khususnya, karna Hal itu tersebut adalah suatu bentuk kepedulian terhadap Adat dan Budaya yang ada di Lamsel.

"Saya ucapkan terimakasih kepada adinda Ananda Tohpati, yang sudah peduli terhadap umat hindu dan turut serta melancarkan kegiatan festival ogoh-ogoh, bagi kami umat hindu khususnya Lamsel, sangat berterimakasih." Papar Made.

Lebih Lanjut Made Sukintre menuturkan, dirinya berharap kedepan  kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan pemkab Lamsel. Karena ogoh-ogoh merupakan seni budaya yang perlu di lestarikan.

"Ini pertama kalinya Ogoh-ogoh di gelar di Lamsel. Mudah-mudahan kedepannya pemkab Lamsel, dapat mengangarkan kegiatan ini, dengan tujuan menjaga budaya seni yang berada di indonesia," harapnya.

Sementara di tempat yang sama, Ananda Tohpati selaku putra lampung yang juga diangkat menjadi putra Bali dengan Gelar Satrya Dalam Putra Tinutan mengatakan, Hari Raya Nyepi memiliki arti penting sebagai sarana untuk memaknai kehidupan yang lebih berarti, serta menjaga kesucian rohani menuju jalan yang benar.

"Di hari raya nyepi ini kita tingkatkan persaudaran dan kebersamaan, tidak saja umat hindu, tetapi umat laiannya untuk terus menjunjung tinggi kedamaian, ketentraman, toleransi dan keharmonisan antara suku dan agama," kata andes sapaan akrab Ananda Tohpati.

Masih kata Ananda Tohpati, jika semuanya dapat kita jaga dan jalani, niscaya kehidupan kita akan diwarnai ketentraman dan kebahagiaan, untuk Lampung yang lebih baik lagi.

"Mari kita saling mengisi dan melangakapi. Dalam prateknya, keterpaduan antara keduanya akan memperkuat persatuan, persaudaraan dan kesatauan Masayarakat Lampung," seru Ananda Tohpati.

Sebagai Putra Daerah yang sangat peduli terhadap  generasi muda, ia mengajak agar seluruh lapisan elemen yang ada di lampung, dengan sepenuh hati,  untuk bersatu sebagai bangsa yang kuat, Bangsa Indonesia.

"Budaya seni dan kearifan lokal, yang kita miliki harus kita jaga, keduanya adalah bagian dari akar historis yang kuat, bagi bangsa ini, khususnya di provinsi Lampung sendiri," Pungkasnya Putra Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar ini. (nz)
Berawal Dari Geber-Geber, Camat Kalianda Lirik Nilai Ekonomis dari Sampah

Berawal Dari Geber-Geber, Camat Kalianda Lirik Nilai Ekonomis dari Sampah

Kalianda, KaliandaNews - Gerakan bersih-bersih (Geber) terus dilakukan oleh Camat Kalianda Erdiyansah, SH, MM.
Masyarakat Desa Kesugihan dan Pematang Kalianda bergotong royong di turunan Tabak, Jum'at (24/3)
Kali ini sasaran geber Erdy adalah lokasi tumpukan sampah yang di tanjakan atau turunan tabak yang berada di Desa Pematang Kecamatan Kalianda Lampung Selatan. Jum'at (24/3) kemarin.

Tak sendirian, Erdy mengajak Kepala Desa Pematang,  Kesugihan serta warga sekitar untuk membersihkan tumpukan sampah yang sudah cukup lama menumpuk di sekitar jalan tersebut.

"Kita angkut sampah-sampahnya agar terlihat bersih, dengan begini mudah-mudahan warga yang biasanya membuang sampah disini enggan untuk kembali membuang sampah." Ungkap Erdy.

Selain geber, kedepan pihak Kecamatan Kalianda akan meminta setiap Desa memiliki sistem pembuangan, pengangkutan dan pengolahan sampah yg terpadu agar pengelolaan sampah di Kalianda terkonsep serta tak lagi semeraut.

"Kita buat konsep seperti itu supaya warga senantiasa menjaga kebersihan dan warga bisa buang sampah  pada tempat yang disediakan." Terang alumni Universitas Lampung tersebut.

Ia juga mengatakan baik desa maupun kelurahan di Kalianda diharapkan agar bisa mengikuti program geber ataupun konsep pengangkutan dan pengolahan sampah terpadu.

"Bisa dipantau mana bangunan atau tanah kosong siring yang dijadikan tempat membuang sampah agar dibersihkan. selain itu baik desa maupun kelurahan kita harapakan memiliki lokasi tanah kosong yang bsa disiapkan sebagai tempat pembuangan sampah akhir yang kedepan bisa jadi bank sampah." Jelasnya.

Sehingga, selain memperbaiki pengelolaan sampah bank sampah juga dapat memberikan nilai ekonomis terhadap warga sekitar. (Kur)

Jumat, 24 Maret 2017

Mencuri, Warga Kampung Baru Penengahan Ditembak Buser

Mencuri, Warga Kampung Baru Penengahan Ditembak Buser

Kalianda, Kaliandanews.com - Nuri (30) warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas, karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap, di Kecamatan Ketapang, Jumat (23/03) sekitar pukul 14.30 Wib.


Menurut Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP Rizal Effendi, mewakili Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra, tersangka merupakan target operasi yang sudah lama dicari.

Ia ditangkap Tim Tekab 308 gabungan Polsek Kalianda dan Polsek penengahan, "Tersangka ini sangat sering melakukan pencurian dibeberapa lokasi berbeda," kata Rizal, Sabtu (25/03).

Aksi pencuriannya terjadi di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Kalianda Lamsel. Dari aksinya tersebut, ia berhasil mengambil barang berupa telepon seluler, uang tunai sebesar Rp 15 juta serta 5 unit kamera dan laptop.

Tersangka ditangkap berdasarkan laporan korban nomor B-32/II/2017/Res Lamsel/Sek Kalianda tanggal 19 Februari 2017. "Pada aksi pencuriannya terakhir, tersangka sempat tepergok oleh korban dan melarikan diri," katanya.

Dijelaskan Rizal, pihaknya sedang mengejar penadah barang hasil curian tersangka. Karena sebelumnya, petugas juga mendapatkan informasi dari 3 orang saksi yang menjadi pembeli barang hasil curian dari tersangka.

Tersangka sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda, sebelum dibawa ke Mapolsek Penengahan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut, "Kaki kirinya kena dua peluru, karena melarikan diri waktu ditangkap," tutup Rizal. (red)
Kain Tapis, Andalah Desa Bulok Kalianda untuk Bangun Industri Kreatif

Kain Tapis, Andalah Desa Bulok Kalianda untuk Bangun Industri Kreatif

Kalianda, KaliandaNews - Desa Bulok Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan boleh saja dikenal lantaran memiliki objek wisata Teluk Nipah yang mulai digandrungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.


Namun rupanya bukan cuma objek wisata, warga didesa itu juga memiliki keahlian dalam hal kerajinan tangan, seperti kain tapis misalnya.

Rupanya, selain menggalakan parawisata warga desa Bulok saat ini juga mulai fokus dalam pembuatan tapis.

"Ada tapis selendang dan tapis kaligrafi. Bisa dibuat hiasan baju, kerudung dan hiasan rumah" Ungkap Ketua Pokdarwis Desa Bulok Adi Gunawan, (24/03/17).


Ia mengungkapkan, apa yang saat ini dilakukan oleh warga desa tersebut juga salah satu upaya untuk menggaet wisatawan agar semakin tertarik dengan Teluk Nipah dan Lampung Selatan, selain itu dengan terus mempromosikan kain tapis sama artinya menjaga kelestarian kerajinan khas Lampung yang saat ini dimiliki.

"Ini adalah salah satu program dari Pokdarwis Teluk Nipah. Kami tidak hanya mengangkat wisata tapi juga kearifan lokal, salah satunya tapis ini." Terang Adi.

Pokdarwis Teluk Nipah sendiri mewadahi semua kerajinan dan kesenian yang ada di Desa Bulok dengan tujuan agar ekonomi kreatif dapat terus berkembang serta menjaga kelestarian budaya lokal.

Akan tetapi meskipun saat ini kain tapis hasil diproduksi Desa Bulok sudah dipajang di Dekranasda Lampung Selatan, namun Adi mengungkapkan stoknya saat ini masih terbatas jumlahnya dan harus melakukan pemesanan terlebih dahulu jika ingin memesan kain tapis khas warga Desa Bulok itu. (Kur)
Pakai Narkoba, Warga Lubuk Ditangkap Satnarkoba Lamsel

Pakai Narkoba, Warga Lubuk Ditangkap Satnarkoba Lamsel

Kalianda, Kaliandanews.com - Hendri Gandhi (34), warga Dusun Lubuk Luar, Kelurahan Way Lubuk, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, ditangkap Satnarkoba Polres Lampung Selatan.
Tersangka ditangkap pada hari Jumat (24/03) sekitar pukul 07.00 Wib, karena menyalahgunakan narkotika golongan 1 jenis sabu.

Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, Iptu M. Ari Satriawan, mewakili Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra mengatakan, tersangka ditangkap saat sedang berada di dalam rumahnya.

"Kami amankan tersangka, dan tidak ada perlawanan dari tersangka saat kami tangkap," kata Ari saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (25/03)

Dari rumah tersangka, petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa 2 buah alat hisap, 13 buah korek api, 4 buah plastik klip yang masih ada residu, 8 buah pipet, 4 buah katembat, 1 buah jarum dan 2 buah skop yang digunakan tersangka untuk memakai narkoba.

"Saat ini tersangka berada di sel tahanan SatNarkoba Polres Lamsel, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut," tuturnya.

Tersangka terancam pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan hukuman minimal 4 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp. 800 juta. (red)
Alfamart dan Indomaret Wajib Jual Produk Asli Lamsel, Jika Menolak Izinnya Tidak Diperpanjang

Alfamart dan Indomaret Wajib Jual Produk Asli Lamsel, Jika Menolak Izinnya Tidak Diperpanjang

Alfamart dan Indomaret Wajib Jual Produk Asli Lampung Selatan

Kalianda, KaliandaNews - Bupati Lampung Selatan Dr. H. Zainudin Hasan, M. Hum mewajibkan seluruh Alfamart dan Indomaret yang ada di bumi Khagom Mufakat itu untuk ikut memasarkan produk-produk asli Lamsel.

Hal tersebut disampaikan oleh Zainudin usai melaunching salah satu produk asli Lamsel, beras palas di Dekranasda setempat. Menurut Bupati dengan jargon "Ayo Bangun Desa" itu keberadaan Alfamart dan Indomaret haruslah bermanfaat bagi masyarakat.

"Alfa dan Indomaret wajib menerima titipan produk asli dari masyarkat Lamsel." Ungkap Zainudin, (24/03/17).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Zainudin mengatakan dalam waktu dekat akan mengundang pihak Alfamart dan Indomaret untuk membicarakan kesepakatan itu.

"Izinnya pertahun barangkali, nanti kita akan evaluasi kalau tidak berdampak buat kita? Lalu apa cuma jadi tukang jaga keamanannya saja orang kita? Kan kasian." Terang Zainudin.

Ia mengungkapkan paling tidak Alfamart dan Indomaret yang ada di Lamsel nantinya menyediakan ruang khusus untuk produk-produk asli Lamsel yang berkualitas seperti beras dan lain-lain.

Namun, jika Alfamart dan Indomaret yang ada di Lamsel enggan menerima usulannya, Zainudin mengancam tidak akan memperpanjang izin Alfamart dan Indomaret yang ada saat ini.

"Kalau tidak mau, tidak bisa diperpanjang dan tidak usah diperpanjang (Izinnya)" Tegas adik kandung ketua MPR RI itu. (Kur)
Ini Daftar Pejabat Eselon III dan Eselon IV yang Dilantik

Ini Daftar Pejabat Eselon III dan Eselon IV yang Dilantik

Kalianda - Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, akhirnya menepati janji untuk melantik Pejabat Eselon III dan Eselon IV Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Dengan masih menggunakan pakaian shalat, usai menunaikan ibadah shalat subuh, Zainudin melantik sebanyak 707 orang, yang terdiri dari 37 Pejabat Eselon III dan 670 Pejabat Eselon IV, di area Masjid Agung Kubah Intan Kalianda, Jumat (24/03/17).

Pelantikan ini sesuai dengan keputusan Bupati nomor : 821.27/186/V.05/2017 , 821.23/187/V.05/2017 dan 821.24/188/V.05/2017 tentang Pengangkatan, Pemberhentian dan Pemindahan Pegawai ASN Eselon III dan Eselon IV di Lingkungan Pemerintah Kab. Lamsel.

Ini daftar nama pejabat yang dilantik :











Kamis, 23 Maret 2017

'Rindu Sang Ibu' Bocah 9th Asal Kalianda Bawa Uang 28 Ribu untuk ke Jawa

'Rindu Sang Ibu' Bocah 9th Asal Kalianda Bawa Uang 28 Ribu untuk ke Jawa

Penengahan, Kaliandanews - Bocah berumur 9 tahun asal Desa Pematang Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, nekat pergi ke Pulau Jawa dengan hanya membawa uang 28 ribu rupiah, lantaran ingin bertemu ibunya.
Foto: Nabila (Jilbab Coklat) 
Ya, Nabila (9) Namanya. Gadis mungil yang bersekolah di SD Negeri 1 Kalianda itu, ditemukan sedang duduk di pinggiran sawah oleh salah seorang pencari rumput sekitar pukul 11:00 WIB (23/3) Kemarin, di kawasan Rumah Makan Desa Ruang Tengah Kecamatan Penengahan Lampung Selatan.

Berdasarkan keterangan Aiptu Rusmansyah selaku kanit SPK Polsek Penengahan, bocah tersebut di temukan sendirian sedang duduk di area persawahan dan terlihat seperti orang kebingungan.

"Anak itu ditemuin warga yang sedang mencari rumput di dekat RM, sekitaran desa ruang tengah" Terangnya, Jumat (24/3).

Dikatakan Rusman, warga yang tidak mengenal anak itu, kemudian menanyakan tujuannya. Anak tersebut mengungkapkan, tujuannya tak lain untuk bertemu ibunya yang bekerja dipulau jawa. Berdasarkan keterang tersebut,  warga bergegas melaporkannya ke pihak yang berwajib. 

"Katanya dia kangen sama ibunya, makanya ia nekat ingin menyusul ke sana dengan hanya membawa uang 28ribu rupiah" Tambah Rusmansyah

Mendapati hal itu, Rusmansyah berinisiatif untuk memasang foto Nabila di akun Media Social miliknya, agar terlihat dan terbaca oleh masyarakat yang mengenalnya.

"Untungnya saya punya ide untuk memasang foto anak tersebut di akun media sosial milik saya, hingga akhirnya terbaca oleh kepala desa pematang yang selanjutnya menghubungi keluarga dari sianak ini ” tambahnya

Alhasil pada Pukul 19:00 Wib (23/3) malam, Shervit Herwan (44) yang merupakan ayah sambung dari nabilla, menjemput bocah tersebut untuk dibawa pulang.

”Yang kita takutkan saat ini adalah jikalau tadi nabila ketemu orang jahat saja, apalagi saat ini marak sekali kita dengar tentang penculikan anak dan saya harap agar orang tua dapat lebih mengawasi anaknya" Tutup Aiptu Rusmansyah. (nz)
Dinkes Lamsel Akan Jemput Bola Tangani Penderita TBC

Dinkes Lamsel Akan Jemput Bola Tangani Penderita TBC

Kalianda, KaliandaNews – Hari ini 24 Maret bertepatan dengan Hari TBC (Tuberkulosis) yang diperingati oleh seluruh masyarakat di dunia, tak terkecuali di Indonesia serta Lampung Selatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Lamsel, Taufiqur Rosyad

Di Lampung selatan sendiri, kasus TBC cukup banyak ditemukan, dalam kurun waktu 2014 – 2016 misalnya, Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 3.326 dan 2.683 diantaranya adalah BTA (Bakteri Tahan Asam) atau jenis TBC yang mudah menular, dengan rincian kasus di tahun 2014 ditemukan 959 kasus dengan BTA sebanyak 818, tahun 2015 ditemukan 1.166 kasus dengan BTA sebanyak 919 dan tahun 2016 ditemukan 1.201 kasus dengan BTA sebanyak 946.

“Kasus TBC cukup unik dari kasus lainnya, karena jika semakin banyak ditemukan semakin baik karena penderita akan langsung diobati, sebab mayoritas penderita TBC tidak mau memeriksakan diri.” Ungkap Sekertaris Dinas Kesehatan Lamsel Taufiqur Rosyad, (23/07/17) kemarin kepada KaliandaNews.com.

Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk meminimalisir penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini, Dinkes sendiri sejak tanggal 15 Maret 2017 lalu sudah menerjunkan para petugas Dinkes yang bekerjasama dengan Aisyiyah (Organisasi peduli TBC).

“Caranya dengan datang langsung kerumah kerumah warga, setelah dapat kita langsung obati dipuskesmas terdekat secara gratis.” Ungkap Taufiq.

Ia melanjutkan, upaya jemput bola tersebut dilakukan oleh Dinkes agar penanganan kasus TBC yang ada di Lamsel dapat berjalan dengan baik sehingga penyebaran TBC dapat ditekan, dengan menerjunkan para petugas tersebut diseluruh Kecamatan yang ada di Lamsel pihak Dinkes berharap lebih banyak penderita TBC yang terjaring dan mendapatkan penanganan yang tepat.

“Karena saat ini banyak penderita yang merasa malu mengidap TBC, dengan adanya program ini maka diharapkan kesehatan warga dapat lebih baik.” Pungkasnya. (Kur)

Rabu, 22 Maret 2017

Peringati Hari Air Nasional, PDAM Kalianda Diminta Lakukan Penghijauan

Peringati Hari Air Nasional, PDAM Kalianda Diminta Lakukan Penghijauan

Kalianda, KaliandaNews - Puluhan Sispala (Siswa pencinta alam) melakukan aksi dibundaran Adipura Pemkab Lampung Selatan untuk memperingati Hari Air Sedunia, (22/03/17).
Puluhan Sispala (Siswa pencinta alam) melakukan aksi dibundaran Adipura Pemkab Lampung Selatan untuk memperingati Hari Air Sedunia, (22/03/17).
Aksi tersebut dilakukan sejumlah siswa-siswi tersebut untuk menggugah masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan air dalam kehidupan sehari-hari.

"Bagaimana caranya kita bisa menghemat dan lebih menghargai air". Ungkap Hermansyah Korlap Aksi tersebut.

Selain mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya menghemat dan menghargai air, dalam aksi tersebut peserta aksi juga mengkeritik pengelolaan air yang selama ini dilakukan oleh pihak PDAM Lampung Selatan.

"Perusahaan PDAM harus bisa melakukan penyelamatan terhadap sumber airnya jangan hanya mengambil airnya saja, selama ini tidak ada keterlibatan PDAM dalam merawat sumber air." Ungkap hermansyah.

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya merasa heran sebab dibeberapa wilayah di Lampung Selatan yang awalnya berlimpah air sekarang mulai berkurang sumber airnya.

"Sekarang ini lucu, daerah yang dulunya berlimpah air sekarang malah kesulitan air. Giliran sudah seperti itu masyarakat yang kembali disalahkan." Terangnya.

Sementara saat KaliandaNews.com menanyakan hal tersebut kepada direktur PDAM Kalianda, pihaknya membantah apa yang dikatakan oleh sejumlah peserta aksi tersebut. Menurutnya saat ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk melakukan penghijauan agar sumber air di Lamsel tetap baik.

"Kita sudah melakukan upaya bagaimana agar sumber-sumber air yang ada tetap mengalirkan airnya." Ungkap M. Topik.

Ia juga mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan MoU dengan Kepala Desa dilokasi-lokasi sumber air yang ada.

"Saat ini juga sudah ada kesepakatan dengan pihak-pihak tersebut untuk melakukan kegiatan penghijauan dilokasi-lokasi tersebut." Pungkasnya. (Kur)
Cerita Kecerdikan Pahlawan Kalianda Membuat Tentara Belanda Mabuk

Cerita Kecerdikan Pahlawan Kalianda Membuat Tentara Belanda Mabuk

Kalianda, KaliandaNews, - Masyarakat Kalianda barangkali sudah banyak yang tahu terhadap sosok salah satu pejuang asal Kalianda Kolonel Makmun Rasyid.
Putra ke-3 Kolonel Makmun Rasyid, Iskandar Makmum Rasyid (kiri-pakai batik)
Akan tetapi, mungkin tidak banyak yang tahu Kolonel Makmun Rasyid pernah ditawan tentara Belanda di Pulau Sebesi pada saat agresi milter ke-II.

Pernah ditawannya Kolonel Makmun Rasyid oleh Belanda,diungkapkan langsung oleh anak ketiga Kolonel Makmun Rasyid, Iskandar Makmun Rasyid. Dia menceritakan, penawanan terhadap pahlawan Kalianda itu terjadi pada tahun 1949, sebelum pertempuran 5 jam berdarah pecah di Kalianda.

"Waktu itu beliau ditawan di pulau Sebesi selama 1 minggu." Ungkap Rasyid Iskandar kepada KaliandaNews.com, (21/07/17).

Ia melanjutkan Kolonel Makmun Rasyid ditahan untuk menahan perlawanan para pejuang Kalianda yang mempertahankan tanah air nya dari pihak Belanda.

"Setelah ditahan 1 minggu, beliau (Kol. Makmun Rasyid, red) berfikir untuk kabur dari tawanan para Penjajah." Kata dia.

Baca Juga: Orang Kalianda Wajib Tahu! Ini Dia Kisah Pertempuran Sengit 5 Jam diKalianda 21 Maret 1949

Kesempatan itupun terbuka lebar saat Kolonel Makmun Rasyid yang diketahui oleh pihak Belanda pandai memasak, lalu beliau diberi tugas untuk memasak seekor babi untuk disantap para tentara Belanda.

"Waktu itu Almarhum disuruh masak babi, saat masak beliau memberikan arak dalam jumlah banyak sehingga membuat para tentara belanda mabuk berat. Nah setelah para tentara mabuk beliau kemudian bisa kabur." Tutur putra ketiga Kol. Makmun Rasyid itu.

Baca Juga: Melawan Lupa!! Pertempuran 5 Jam Berdarah di Kalianda

Setelah berhasil kabur, dan kembali kedaratan. Kolonel Makmun Rasyid bersama pejuang lainnya pada tanggal 21 Maret 1949 mengadakan perlawanan habis-habisan terhadap Belanda, yang kini dikenal sebagai "Pertempuran 5 Jam Kalianda". (Kur)

Selasa, 21 Maret 2017

Pemilik Senpi Rakitan Akhirnya Ditangkap di Indomaret Jati

Pemilik Senpi Rakitan Akhirnya Ditangkap di Indomaret Jati

Kalianda, Kaliandanews.com - Pihak Kepolisian akhirnya berhasil mengamankan seorang pemilik senjata api (senpi) rakitan, yang ditemukan salah seorang warga di samping toko Indomart Jati, Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda Lamsel pada Minggu (19/03) lalu.

Kasat Reskrim Polres Lamsel AKP Rizal Efendi (Tengah) dan Kanit Reskrim Polsek Kalianda Aiptu Hadi Efendi (Kiri), Pelaku Asnuri (Duduk)

Asnuri (24) warga Kota Bumi, Lampung Utara, diamankan di lokasi penemuan senpi, saat dirinya bertanya kepada salah seorang pegawai indomaret, dengan niat akan mengambil kembali sejata api beserta pelurunya yang dibuang oleh rekannya.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra, melalui Kasat Reskrim Polres Lamsel AKP Rizal Efendi mengatakan, pelaku ditangkap pada Senin (20/03) sekitar pukul 18.30 Wib.

Petugas polisi yang saat itu masih berjaga disekitar lokasi penemuan senjata api rakitan tersebut, melihat pelaku datang bersama rekannya, kemudian marah-marah kepada pegawai toko, sambil bertanya tentang bungkusan plastik putih. Langsung saja petugas mengamankan pelaku, sementara rekannya melarikan diri.

"Pengakuan pelaku yang berhasil ditangkap, senjata api rakitan tersebut dibuang karena untuk menghindari pemeriksaan petugas, pada malam hari sebelum ditemukan warga," ucap Rizal melalui pesan Whatsapp, Selasa (21/03).

Dijelaskan Rizal, barang tersebut merupakan milik rekan pelaku, yaitu A yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca Juga: Senpi Rakitan Ditemukan di Depan Indomaret Jati, Milik Siapa?

"Kami masih menunggu hasil rekaman CCTV dari Indomaret, karena akan kami satukan sebagai bahan untuk memperkuat bukti kepemilikan senjata api rakitan itu," pungkasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Kalianda, guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. (yb)
Melawan Lupa!! Pertempuran 5 Jam Berdarah di Kalianda

Melawan Lupa!! Pertempuran 5 Jam Berdarah di Kalianda

Kalianda, KaliandaNews - Hari ini 21 Maret 1949, tepat 68 tahun yang lalu, terjadi pertempuran 5 jam berdarah di Kalianda Lampung Selatan.

Foto: Ilustrasi
Seiring berjalannya waktu, pertempuran yang menelan setidaknya 21 orang korban jiwa, yang masing-masing 12 dari pejuang asal Kalianda dan 9 orang lainnya dari tentara belanda mulai dilupakan. Terbukti dengan tidak adanya peringatan khusus yang dilakukan untuk memperingati hari Pertempuran 5 Jam Berdarah tersebut.

Kita seolah lupa dengan perjuangan heroik yang dilakukan para pahlawan, yang menahan agresi militer ke-II tentara Belanda di Kota Kalianda.

Untuk memperingati hari 5 Jam Berdarah, KaliandaNews.com diberikan kesempatan untuk bertemu dengan dua orang anak pejuang kala itu, anak dari Kolonel Makmun Rasyid yakni Iskandar Makmun Rasyid dan anak dari Rahim Rasyid yaitu Purnawardi.

Dalam pertemuan yang digagas oleh Camat Kalianda Erdiyansyah, SH, MH dan dihadiri oleh wartawan senior Rudi Suhaimi tersebut, dibahas beberapa hal diantaranya persoalan pentingnya peringatan "Hari Pertempuran 5 Jam berdarah" yang selama ini seolah dilupakan.

"Dulu napak tilas untuk memperingati terjadinya pertemuran 5 jam berdarah, terakhir dilaksanakan pada tahun 90an. Sejak itu tidak pernah dilakukan lagi," kata Iskandar Makmun Rasyid, (21/03/17). 
Camat Kalianda dan Keturunan Kol Makmun Rasyid serta awak media berbincang santai membahas Hari Pertempuran 5 Jam di Kalianda 1949
Ia ingat, saat itu napak tilas dilakukan oleh sejumlah siswa di Kalianda dengan harapan generasi muda dapat mengenang apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.

"Dulu anak-anak SMA dari kalianda semuanya hampir semuanya ikut, waktu itu memang almarhum (Kol Makmun Rasyid, red) masih ada.

Sementara Purnawardi juga mengungkapkan apa yang telah dilakukan oleh para pejuang, sudah selayaknya diperingati sebagimana hari-hari besar lainnya

"Harapan kita supaya hari pertempuran 5 jam berdarah bisa dibuat perda dan kemudian bisa diperingati. Ada hari Kelapa, ada hari-hari besar lainnya kita peringati jadi sudah selayaknya hari pertempuran 5 jam berdarah juga diperingati." Ungkap Purnawardi.

Menanggapi hal itu, Erdiyansyah mengungkapkan sebagai generasi muda, sudah selayaknya saat ini kita seharusnya memperingati hari perjuangan para pahlawan tersebut, sebagai tanda terimakasih genarasi saat ini kepada para pahlawan yang telah gugur dan mempertaruhkan nyawanya.

"Nanti kita akan buat panitia khusus yang mempersiapkan segala sesuatu agar kita bisa memperingati hari pertempuran 5 Jam Berdarah. Selain itu juga tim ini juga bisa mengingatkan dan mendorong DPRD untuk membuat Perda tentang hari bersejarah tersebu." Ungkap Erdiyansyah.

Menurut Erdi, perlunya pantia khusus tersebut dibuat lantaran selama ini kita sebagai masyarakat seringkali lupa dengan jasa para pahlawan tersebut.

Baca Juga: Orang Kalianda Wajib Tahu! Ini Dia Kisah Pertempuran Sengit 5 Jam diKalianda 21 Maret 1949 

"Kita jangan menyalahkan siapa-siapa, sekarang tugas kita adalah bagaiman caranya agar kedepan peringatan Pertempuran 5 Jam berdarah dapat dilaksanakan setiap tahunnya dan dimasukan dalam kalender of ivent Lamsel agar generasi saat ini tidak melupakan sejarah." Papar dia.

Ia juga berharap kedepan pihaknya juga akan bekerjasama dengan pihak Dinas Pendidikan, Dinsos Lamsel untuk menerbitkan buku tentang pertempuran 5 jam berdarah. "Agar cerita pertempuran 5 jam berdarah dapat ditulis ulang dalam bentuk buku sehingga dapat dibaca oleh generasi muda". Tutupnya.  (Kur)
Zainudin: Tidak Perlu Lahan yang Luas Untuk Menanam Cabai

Zainudin: Tidak Perlu Lahan yang Luas Untuk Menanam Cabai

Jati Agung, Kaliandanews.com - Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, menghadiri acara Pencanangan Gerakan Tanam (GERTAM) Cabai Kabupaten Lampung Selatan di Desa Margo Reji Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Selasa (21/03).


Dalam sambutannya Zainudin mengatakan, bahwa cabai merupakan komoditas sayuran strategis dan ditetapkan sebagai bahan pokok yang tidak tergantikan

"Cabai adalah salah satu bahan pangan yang bisa memicu timbulnya inflasi," Ujarnya.

Gerakan Tanam (GERTAM) Cabai Kabupaten Lampung Selatan sendiri, merupakan langkah strategis untuk menekan angka inflasi cabai, dan tidak perlu menggunakan lahan yang luas.

"Cukup kita tanam didalam pot, mininal 5 pohon cabai, cukup untuk konsumsi satu keluarga," tambahnya

Zainudin juga berharap dengan kegiatan seperti ini, semoga dapat mewujudkan kemandirian pangan keluarga khususnya cabai yang ada di Lampung Selatan.

Hadir dalam acara tesebut, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Holtikultura Sukarman, Kabid Tanaman Holtikultura Prov. Lampung Eko Diah, Forkopimda Lampung Selatan, serta Kepala Desa Se-Kecamatan Jati Agung. (yb/kmf)

Senin, 20 Maret 2017

Mewujudkan Gagasan Satu Desa Satu Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lamsel Adakan Pelatihan

Mewujudkan Gagasan Satu Desa Satu Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lamsel Adakan Pelatihan

Kalianda, Kaliandanews.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan, melaksanakan acara Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2017, di Ruang Layanan PerpuSeru Krakatau lantai dasar Masjid Agung Kubah Intan Kalianda Lampung Selatan, Senin (20/03).


Acara ini bertujuan untuk mendukung dan memberikan kesamaan persepsi, dalam implementasi kebijakan program nasional pengembangan Perpustakaan Desa, meningkatkan pemberdayaan Perpustakaan Desa, terwujudnya gagasan program Satu Desa Satu Perpustakaan .

Septiana, SE. MM selaku Kabid Pengadaan, Koleksi Perpustakaan, Pelestarian Naskah Kuno dan Pelestarian Kebudayaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lamsel, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Daerah. Karena menurutnya, melalui membaca dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan menambah informasi.

"Kita jangan memikirkan dulu anggarannya, pasti ada anggaran yang akan di salurkan. Yang penting kita berusaha dulu agar anak-anak kita bisa membaca dan masyarakat dapat mengembangkan potensi didaerahnya," ujarnya

Pelatihan tersebut juga sebagai salah satu upaya untuk memberikan wawasan dan strategi bagi Kepala Desa, dan Aparat Desa lainnya untuk dapat mengembangkan potensi desa agar boleh bermanfaat bagi masyarakat dan meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal.

"Bagi pengguna atau pemustaka bagaimana mengimplementasikan buku-buku yang dibaca diperpustakaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan dapat memanfaatkan sarana Teknologi dan Informasi yang disediakan agar pengetahuan dan keterampilan masyarakat bioleh bertambah," tuturnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2017 ada beberapa desa yang akan diberi pendampingan atau bermitra dengan Perpuseru dengan bantuan sarana komputer yang sudah diverifikasi desa-desa oleh DPAD dan Perpuseru Indonesia untuk mendapatkan perhatian dan dukungan sehingga menjadi Perpustakaan Desa Percontohan.

"Boleh berkolaborasi dan tetap menggunakan sistem Holistik Terintegratif yang didalamnya ada PAUD, BKB dan kegiatan masyarakatpun harus digabungkan seperti PKK dan Posyandu yang bersatu padu dalam berbagai sentra kegiatan," katanya.

Lebih jauh ia menyampaikan kegiatan lainnya yang ada dalam program perpustakaan desa tersebut yaitu menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat dengan adanya pelatihan komputer dan internet gratis,  kegiatan komunitas, pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup seperti pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain itu, tujuan lainnya juga adanya sinkronisasi program kabupaten dan desa dalam upaya pengembangan perpustakaan dan mencerdaskan masyarakat dengan budaya Gemar Membaca dan belajar seumur hidup. Kegiatan dilaksanakan selama 6 hari yaitu dari tanggal 20 sampai dengan 23 Maret pelatihan SPP (Strategi Pengembangan Perpustakaan) dan Pelatihan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) tanggal 29-30 Maret 2017. Peserta pelatihan terdiri dari Lurah dan Kepala Desa serta Pengelola Perpustakaan Desa dari 4 Desa mitra program PerpuSeru CCFI (Pasuruan, Titiwangi, Rawaselapan dan Krinjing) yang berjumlah 26 orang peserta. (yb)
Awas!! Ada Lubang Maut di Tengah Jalan Desa Way Muli, Selip Dikit Motor Bisa Ringsek

Awas!! Ada Lubang Maut di Tengah Jalan Desa Way Muli, Selip Dikit Motor Bisa Ringsek

Kaliandanews.com - Sebuah sepeda motor jenis bebek BE 6927 DC yang dikemudikan Warga Desa Kota Guring Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan nyungsep disebuah lubang yang menganga lebar ditengah jalan di Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa Tepatnya di dekat pantai Merpati, Minggu (19/3) sekitar pukul 19.30 WIB.


Menurut saksi mata, Nugraha Yodistara (36) warga setempat, Motor tersebut tiba-tiba nyungsep saat melewati lubang yang memiliki kedalaman lebih dari satu meter. Lubang yang menganga lebar tersebut diketahui hanya di tutupi empat batang kelapa yang sudah lapuk.

"Korban diketahui Warga Kota Guring, untuk namanya saya tidak ingat. Yang pasti saat itu dia pulang dari bermain Volley, Ketika melewati jalan ini tiba-tiba nyungsep, mungkin kondisinya gelap juga, jadi korban tidak melihat ada lubang" Terang Yodis saat di hubungi Kaliandanews.com, Senin (20/3) malam.


Dikatakannya lagi bahwa sebenarnya lubang tersebut sudah "ditambal" oleh batang kelapa, namun seiring dengan waktu batang kelapa lapuk sehingga tidak kuat lagi menahan beban. Hal tersebut tentu sangat membahayakan pengguna jalan. Apalagi di daerah itu tidak ada tanda peringatan bahaya.

"Ya namanya batang kelapa bang, lama-lama ya lapuk juga, Ya masa jalan provinsi ditambal pakai batang kelapa, gak kelas banget gitu" Sindir Yodis.

Lebih lanjut Yodis mengharapkan kepada pemerintah Provinsi Lampung selaku pemilik jalan tersebut, untuk dapat segera memperbaikinya. Mengingat jalan tersebut sangat vital dan menjadi akses satu-satunya yang menghubungkan daerah ini dengan daerah lainnya. Apalagi daerah pesisir merupakan destinasi wisata utama di Lampung Selatan.


"Selain pemprov, tentu pemerintah kecamatan juga harus punya andil untuk memperjuangkan jalan ini, tiap hari camatnya kan lewat, masa lubang se gede itu gak lihat" Pungkas Yodis  yang merupakan salah satu penggiat wisata di Lampung Selatan ini.

Hasil penelusuran Kaliandanews.com didunia maya, adanya motor nyungsep di lubang yang menganga tersebut, telah menjadi perbincangan hangat di media sosial facebook.

Di Akun Nugraha Yodistara sendiri yang pertama kali mengunggah lubang maut tersebut, sudah ditanggapi oleh ratusan Faceboker, 50 komentar dan sudah dibagikan sebanyak 19 kali.

"Kades nya bs berkoordinasi k perusahaan terkait penggunaan dana CSR dr perusahaan bg mimin. Misalnya yg td nya utk d buatkan tmpat ibadah bs d alihkan ke perbaikan jln karena lbh urgent. Bgtu aja sarannya, kurang dn lebihnya sya mohon maaf dan terimakasih 😊😊" Tulis pemilik akun Asih T Yanti dalam menanggapi postingan Nugraha Yodistara.

Sementara Akun Erik Irfansyah, mengatakan "mungkin petinggi2 kita masih pada tidur,,kita berdo'a saja smga cepat terbangun agar bisa di lihat dan di tindak lanjuti,mhon maaf sblumnya.thx"


Tidak hanya itu,  setelah mengunggah nyungsepnya sepeda motor pada malam kejadian, keesokan harinya, Senin (20/3)  Nugraha Yodistara kembali mengunggah kondisi lubang tersebut. Tampak jelas jika dilihat pada siang hari, lubang tersebut benar-benar maut dan sangat membahayakan. (Red)
Bawa Narkoba, Warga Aceh Dituntut Hukuman Mati Oleh JPU di PN Kalianda

Bawa Narkoba, Warga Aceh Dituntut Hukuman Mati Oleh JPU di PN Kalianda

Kalianda, KaliandaNews - Pengadilan Negeri Kalianda Lampung Selatan menggelar sidang perdana, untuk mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Romi Saputra (32) Bin Zainudin, warga Dusun Kuta Dibalang Desa Pante Ara Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireun Provinsi Aceh, Senin (20/3).


Terdakwa sendiri, tertangkap tangan membawa Narkoba di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, pada Senin (19/9/2016), lalu.

Pantauan Kaliandanews, pada sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Mashuri Effendi, SH, MH tersebut, JPU Kejaksaan Negeri Kalianda Ryan Sumarta, SH membacakan tuntutannya dengan tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa.

"Supaya pengadilan memutuskan terdakwa agar dihukum mati karena terdakwa secara sah menjual dan membeli narkotika yang beratnya melebihi 5 gram." ungkap Ryan didepan Hakim saat membacakan tuntutan.

Selain itu, Ryan juga mengungkapkan terdakwa dikenakan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132  UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, ancamannya hukuman mati.

"Barang bukti 14 kg shabu dan 100.000 butir pil extacy. terdakwa dituntut hukuman mati karena jumlah barang bukti yang besar" Kata Ryan.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, Hakim Ketua memutuskan untuk menunda sidang sampai dengan 27 Maret 2017 mendatang agar terdakwa dapat mempersiapkan pembelaannya.

"Saya berikan kesempatan untuk terdakwa mempersiapkan pembelaan 1 minggu" Tutup Hakim Ketua. (Kur/Nz)